Laskar Wong Kito meminta komisi wasit PSSI dan PT Liga Indonesia memperbaiki kinerja pengadil lapangan.

Manajemen Sriwijaya FC melayangkan protes kepada PT Liga Indonesia terkait kinerja wasit Eno Sembiring yang memimpin laga Laskar Wong Kito melawan Semen Padang di Indonesia Super League (ISL) 2014.

Dalam pertandingan di Stadion H Agus Salim itu, Sriwijaya FC menelan kekalahan 2-1 dari Semen Padang. Menurut Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex, keputusan wasit memang sudah tidak bisa diganggu gugat lagi, tetapi bukan tidak ada evaluasi terhadap kepemimpinanya.

Dodi Reza pun memberikan catatan khusus terhadap wasit Eno Sembiring yang dinilai terlalu banyak merugikan tim asuhan Subangkit dalam memimpin pertandingan malam itu.

“Kita akan melayangkan surat protes kepada wasit melalui PT Liga, dan selanjutnya diteruskan kepada komisi wasit PSSI untuk mengevaluasi kinerja wasit itu,” kata Dodi.

Ditambahkan, pihaknya punya cukup bukti Sriwijaya FC banyak dirugikan sang pengadil lapangan sebelum berencana melayangkan surat protes.

“Dalam pertandingan sepakbola itu memang kadang-kadang ada saja kesalahan, namun bisa dimaafkan. Tapi dalam pertandingan malam kemarin memang ada hal-hal yang patut untuk kita tanyakan. Karena sangat terlihat sekali kepemimpinan wasit banyak merugikan Sriwijaya,” ungkapnya.

Untuk kedepan, Dodi berharap hal-hal ini tidak terjadi lagi, agar panasnya persaingan kompetisi tidak melempem akibat dinodai kepemimpinan wasit yang tidak bisa menjalankan tugasnya dengan sportif.

Sementara itu, skuat Sriwijaya FC terpaksa pulang ke Palembang memakai bus akibat kabut asap. Anak asuh Subangkit ini harus menempuh perjalanan selama 18 jam melalui jalur darat.

Semen Padang vs SFC

Semen Padang vs SFC

Hal ini disebababkan kabut asap kiriman dari Riau yang menyelimuti kota Padang dan Batam membuat pesawat tak bisa beroperasi, sehingga pihak maskapai penerbangan mengambil kebijkan membatalkan penerbangan hingga 15 Maret 2014 demi menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.

“Perjalanan memakan waktu sekitar 18 jam, karena kita menggunakan bus. Kalau mau cepat menggunakan travel hanya 14 jam. Tapi yang kita pertimbangkan kenyamanan pemain, sehingga kita pilih sewa bus saja,” ungkap manajer SFC Robert Heri.

sumber: goal.com