Juru taktik Laskar Wong Kito ini menyayangkan kepemimpinan wasit yang merugikan tim besutannya.

Pelatih Sriwijaya FC Subangkit mengeluhkan kinerja wasit Eno Sembiring yang terlalu mudah dalam mengambil keputusan terhadap Laskar Wong Kito ketika dikalahkan Semen Padang 2-1.

Mantap juru taktik Persela Lamongan itu merasa tim besutannya diberlakukan tidak adil, dan menilai keputusan pengadil lapangan lebih menguntungkan tuan rumah. Namun begitu, suksesor Kashartadi berusia 53 tahun itu tidak bisa berbuat lebih, karena dengan alasan apapun wasit adalah penguasa di lapangan.

Subangkit

Subangkit

Dicontohkan, menurut Subangkit, wasit Eno Sembiring terlalu dini memberi kartu kuning kedua terhadap Vendry Mofu.

“Kita rasa malam ini wasit terlalu gampang memberikan kartu kepada pemain kita, tapi kalau pemain lawan melakukan pelanggaran, seperti tidak mempermasalahkan, dan tak memberikan kartu. Tapi sudahlah mau protes bagaimanapun juga tidak akan mengubah keadaan,” ulasnya saat dihubungi wartawan.

Kendati tidak berhasil mencuri poin, Subangkit tetap menghargai kinerja anak asuhnya. Strategi yang diinginkannya sudah diterapkan Lancine Kone dengan baik. Hanya saja, Semen Padang memang tampil lebih baik.

“Anak-anak sudah tampil bagus, dan menunjukan perlawanan,” pungkasnya.

Atas hasil ini, Sriwijaya FC terpaksa harus tergusur ke peringkat enam klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) wilayah barat dengan poin 8 dari 7 pertandingan yang dilakoni. Sedangkan Semen Padang naik ke peringkat lima dengan poin sepuluh dari enam pertandingan.

sumber: goal.com